Antara Kebutuhan dan Fenomena

Posted on Disember 20, 2008. Filed under: edukation | Tags: , , , |

Sebuah fenomena yang tidak bisa kita hindari dan sangat ironis serta masih akan terjadi terus yaitu berupa maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Ide itu telah mewabah yang kemudian menimbulkan masalah serius, diantaranya hilangnya need for achievement (dorongan untuk berprestasi) pada diri remaja atau bahkan telah mewabah dunia remaja saat ini menjadi ajang trial and error. Tidak bisa dihitung dengan jari lagi, beberapa kasus yang telah terjadi mulai dari pacaran, pelecehan seksual, pemerkosaan sampai pada free sex marital (seks bebas sebelum nikah). Seirama dengan maraknya kasus seperti itu terjadi muncul pula istilah-istilah macam perek, ayam kampus, kupu-kupu malam, bunga trotoar.

ABG atau remaja secara fisiologis dan psikologis adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Di saat itulah terjadi perkembangan pesat dari fisik ABG, hormon-hormon yang sebelumnya diproduksi tubuh dalam jumlah sedikit, pada masa ini mulai meningkat. Sebagai seorang yang baru mulai mengalami perubahan yang mencolok dalam hal fisik, ABG rentan menjadi pribadi yang bingung. Sayangnya kondisi ini tersebut tidak diikuti dengan perkembangan psikologi yang sepadan. Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi penyebab mengapa ABG selalu ingin tahu dan mencoba. Apalagi didukung dengan fakta pergaulan bebas yang sering ditayangkan di teve dari pagi sampai pagi kembali. Belum lagi dengan hadirnya CD-CD import yang tidak lain adalah menayangkan hal yang sebenarnya tidak layak untuk ditayangkan apalagi kalau bukan film-film blue.

Aktivitas seksual dikalangan mereka yang belum menikah bukan menjadi hal yang tabu, bahkan yang sudah menikah lalu melakukan kumpul kebo atau samen liven tidak terhitung jumlahnya. Bahkan di beberapa negara lembaga perkawinan nyaris tak terdengar alias kehilangan perannya sebagai lembaga yang mengikat antara suami dan isteri. Mereka menganggap perkawinan adalah suatu hal sedangkan kebutuhan seksual suatu hal yang lain, yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkawinan. Di negeri ini saja, pada umumnya orang menganggap aktivitas seks pra nikah tidak dibenarkan, tapi dengan serangan gencar budaya-budaya bule yang masuk kesini banyak artis ibu kota yang beranggapan itu tidak masalah. Bahkan ada yang mengatakan secelup dua celup dengan pacar sendiri khan tidak apa-apa. Ironisnya mereka dijadikan suri tauladan bagai ABG sekarang ini, sehingga sekarang banyak diantara mereka tercebur kedalam kubangan maksiat itu, akhirnya banyak diantara mereka yang berobat ke poli kulit dna kelamin, bukan karena sakit panu tapi karena penyakit kelamin.

Karenanya tahun 1995 saja, 11 remaja putri SMA di Solo terpaksa harus dikeluarkan dari sekolahnya karena hamil. Sedang di Surabaya pada tahun yang tercatat sekitar 37 ribu siswa SMA 5,9% pernah melakukan hubungan seks di luar nikah (jawa pos). Menurut dr. Boyke Dian Nugroho dari data penelitiannya tahun 1966, mengatakan bahwa sekitar 6.205 siswa SMU pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Lebih mengejutkan lagi bahwa 35% mahasiswa perguruan tinggi swasta setuju dengan hubungan seks pra nikah. Wajar jika Jawa Pos baru-baru ini menurunkan berita tentang aborsi yang terjadi di Indonesia 2 kali aborsi permenit. Ada juga penelitian pendahuluan yang dilakukan dr. Wimpie Pangkahila (FK Unud) pada tahun 1981 yang dilakukan terhadap 663 pelajar SMU dari 3 sekolahan di Bali dengan perbandingan laki-laki 375 siswa dan wanita 288 antara usia 15 sampai 20 tahun.

Data I

Melihat Gambar Cabul/Merangsang Seks

Jenis Kelamin Pernah Tidak Kosong Jumlah

Laki-laki 368 7 375

Perempuan 249 35 4 288

Jumlah 617 42 4 663

Data II

Melihat orang melakukan Aktivitas Seks

Jenis Kelamin Pernah Tidak Kosong Jumlah

Laki-laki 332 41 2 375

Wanita 234 48 6 288

Jumlah 566 89 8 663

Data 3

Pengalaman Berpacaran

Jenis Kelamin Pernah Tidak Kosong Jumlah

Laki-laki 232 137 6 375

Perempuan 179 54 55 288

Jumlah 411 191 61 663

Data 4

Melakukan Aktivitas Ciuman (bibir dengan bibir)

Jenis Kelamin Pernah Tidak Kosong Jumlah

Laki-laki 199 157 19 375

Wanita 159 71 58 288

Jumlah 358 288 77 663

Kemudian muncul solusi tentang perlunya pendidikan seks remaja, tetapi solusi hanya menjadi sekedar solusi, ketika tidak didukung oleh perangkat hukum dan lingkungan masyarakat yang kapabel untuk mencegah free seks, maka justru membuat ABG itu ingin tahu dan mencoba. Maka muncullah pendidikan link and match, semua pihak kalang kabut sehingga semakin sempurnalah keloyoan institusi pendidikan dalam menciptakan manusia beriman dan bertakwa. Di koran-koran, pada kolom lowongan pekerjaan yang menyertakan syarat “taat beragama dan bisa mengaji” tidak pernah dijumpai paling-paling ada pada kolom kontak jodoh.

Ironis memang, kalau kita menyimak gambaran dunia remaja yang demikian ini. Lalu kenapa itu bisa terjadi? Apabila kita lihat dari keadaan sosial dan budaya saat ini, keadaan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja adalah suatu hal yang lumrah. Karena secara sadar atau tidak dan diakui atau tidak yang jelas survey membuktikan masyarakat telah menganut paham permisif (kebebasan). Kita tentu sudah paham yang namanya remaja adalah manusia, maka pembahasan mengenai remaja tidak bisa dilepaskan dari pembahasan dia sebagai manusia. Maka dari itu kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenisnya tidak bisa dipisahkan dari pembahasan manusia, bahwa manusia mempunyai potensi kehidupan yang dinamis (selalu memerlukan pemenuhan) yang senantiasa mau tidak mau membuat manusia beraktivitas dalam kehidupan ini. Kecenderungan seseorang terhadap lawan jenis merupakan potensi kehidupan dalam hal ini adalah naluriah, naluri itu akan muncul jikalau, ada rangsangan dari luar diri manusia, rangsangan itu bisa berupa pemikiran-pemikiran yang menjurus kepada seksualitas atau hanya berupa bacaan dan atau tontonan berbau seks. Maka dari itu besar kecilnya frekwensi dari naluri seks sangat tergantung dari rangsangan yang ada, misalnya bencana yang menimpa seseorang menyebabkan lemahnya dorongan naluri tersebut atau bahkan sampai hilang.

Kecenderungan remaja untuk berkelompok, bergaul dengan sesama dan ingin diakui eksistensinya adalah merupakan hal yang fitrah/lumrah/manusiawi, kecenderungan seperti itu bukan dihilangkan begitu saja tetapi boleh dipenuhi, hanya pemenuhannya diatur. Ketika manusia butuh makan (yang merupakan potensi manusia/ kebutuhan jasmani), kita tidak dilarang untuk makan, namun ketika kita ingin makan, mulai dari apa yang dimakan, bagaimana cara mendapatkan atau bagaimana cara makan itu ditentukan aturannya. Analog dengan hal tersebut, kebutuhan remaja untuk suka terhadap lawan jenis bukanlah dihilangkan tapi diatur. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aturan yang bukan aturan seperti yang diterapkan sekarang yang menerapkan paham kebebasan. Tapi dibutuhkan suatu aturan yang sesuai fitrah manusia yang tentu saja kalau dimunculkan siapa yang lebih tahu fitrah manusia adalah yang membuat manusia dalam hal ini adalah Allah, maka dari itu kita harus merujuk kembali kepada Allah, bagaimana Allah mengatur pemenuhan kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenis. Pemahaman sebaliknya adalah bahwa aturan yang diterapkan sekarang bukanlah aturan Allah. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk re-orientasi islam secara benar, karena bisa jadi aturan yang sekarang diterapkan yang dikatakan Islami bukanlah Islami karena terbukti masih menimbulkan masalah. Sebab Allah lebih tahu kelemahan dan kelebihan manusia sehingga DIA telah menciptakan aturan yang tentu saja sesuai fitrah manusia dan tidak menimbulkan masalah selanjutnya yang malah tidak menyelesaikan masalah tapi menambah membuat ruwet masalah. Kita semua yakin Allah maha tahu, tentu saja kemahatuan Allah juga meliputi tentang manusia dan masalahnya.

Make a Comment

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: