LEMBAGA SYIRKAH

Posted on Disember 20, 2008. Filed under: akhlak, cerpen, edukation, fiqh, ilmu pengetahuan, Uncategorized | Tags: , , , |

Salah satu penyebab sulitnya orang berusaha untuk mencari nafkah adalah masalah permodalan. Sering kita melihat orang yang memiliki kreatifitas dan kemampuan yang tinggi untuk mencari nafkah namun dia tidak bisa mengembangkan usahanya karena terbertur modal, sehingga usaha yang dia rintis tidak berkembang. Disisi lain, banyak orang yang memiliki modal yang cukup namun dia tidak tahu kemana dia harus berinvestasi. Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan tak terkecuali masalah ekonomi. Syaria’at Islam memberikan solusi atas problem tersebut dengan apa yang disebut “SYIRKAH”

Syirkah adalah transaksi 2 orang atau lebih, yang kedua-duanya sepakat untuk melakukan kerja yang bersifat financial dengan tujuan mencari keuntungan. Syirkah ada 5 macam:

1. Syirkah Inan

Syirkah Inan adalah perseroan antara dua badan dengan harta masing-masing.

2. Syirkah Abdan

Syirkah abdan adalah perseroan dua orang atau lebih dengan badan masing-masing pihak, tanpa harta dari mereka.

3. Syirkah Mudhorobah

Syirkah Mudhorobah adalah perseroan antara badan dan harta.

4. Syirkah Wujuh

Syirkah Wujuh adalah perseroan antara dua badan dengan modal dari pihak luar kedua badan tersebut.

5. Syirkah Mufawadlah adalah perseroan antara dua persero sebagai gabungan bentuk semua bentuk perseroan yang telah disebutkan di atas.

Dengan berbagai model syirkah tersebut bertemu antara tenaga ahli dan pemodal untuk berakad mengelola sebuah usaha yang hasil atau keuntungannya dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama.

Dari sinilah, kami berinisiatif untuk membentuk sebuah lembaga keuangan sebagai wadah kerjasama yang bersifat financial dengan tujuan mencari keuntungan yang sesuai dengan standar syariat Islam.

I. Sistem Kerja

Ada 2 Kegiatan Pokok dari Lembaga Syirkah ini, yaitu pengumpulan modal dan pengelolaan modal.

1. Pengumpulan modal dilakukan terhadap para pemilik modal dengan 2 sistem yaitu :

a. Modal Syirkah, investor menanamkan modalnya dengan akad syirkah. Dengan akad ini maka investor bertindak sebagai Syarikul Maal (Pemodal) sedangkan lembaga Syirkah sebagai Syarikul Badan (pengelola modal). Lembaga syirkah yang didalamnya terdiri dari para pengelola modal secara langsung membuat akad, mengelola, melaporkan dan membagi hasil keuntungan yang diperoleh dari usaha.

b. Modal Pinjaman, model Modal Pinjaman ini lebih pada aspek tolong-menolong. Pemilik dana memberikan modalnya untuk dikelola tanpa keuntungan (bunga) atas pinjaman dengan tenggang waktu tertentu. Model ini kecil resiko karena kalau pengelola rugi dalam mengelola usahanya, dana kembali utuh seperti pinjaman semula. Lembaga syirkah dalam model ini sebagai lembaga untuk memanfaatkan dana “menganggur” atau memanfaatkan dana tabungan dengan maksud tertentu di masa yang akan datang, seperti tabungan untuk menikah, tabungan untuk beli rumah, untuk berhaji dll.

2. Sebagaimana telah diuraikan di pendahuluan bahwa syirkah ada 5 macam. Dalam hal ini ada 4 macam syirkah yang relevan dengan pengeloaan syirkah yaitu Inan, Mudhorobah, wujuh dan Muwafadloh. Dibawah ini adalah illustrasi pengelolaan dana :

a. Syirkah Inan. Misal Ahmad dan Umar bersepakat untuk menjalankan usaha dagang meubel dengan model syirkah Inan, Ahmad dan Umar masing-masing menyetor modal sebesar Rp 5.000.000,-, jadi total modal Rp. 10.000.000,- keduanya sepakat untuk sama-sama terjun langsung mengelola usaha tersebut. Pembagian keuntungan disepakati sebesar 50:50 dan dibagi setiap bulan. Sedangkan Kerugian dibagi sebesar proporsi modal. Dalam Illustrasi ini anggota Lembaga syirkah bertransaksi dengan pihak luar.

Tenaga

Modal

Ahmad

Tenaga

Modal

Umar

b.

Tenaga

Umar

Modal

Ahmad

Syirkah Mudhorobah. Misal Ahmad dan Umar bersepakat untuk menjalankan usaha dagang meubel dengan model Syirkah Mudhorobah. Ahmad menyerahkan dana yang ia miliki sebesar Rp.10.000.000 kepada Umar agar dikelola dalam usaha meubel. Ahmad tidak terlibat dalam usaha mebel kecuali hanya sebatas memberikan modal. Pembagian keuntungan disepakati bersama sebesar 80:20 setiap bulan, yakni 80 buat pengelola dan 20 buat pemilik modal. Kerugian ditanggung pemilik modal. Pengelola tidak menggung kerugian dana, dia hanya rugi tenaga yang telah dikeluarkannya.

Make a Comment

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: