Mendeteksi Posisi Ponsel yang Sedang Aktif

Posted on Disember 23, 2008. Filed under: ilmu pengetahuan, teknology | Tags: , , |

“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”.

Barangkali pepatah itulah yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana seorang Abdul Aziz alias Imam Samudra tertangkap beberapa waktu lalu. Konon katanya, pelacakan tersangka peledakan bom Bali tersebut dibantu melalui metode pelacakan posisi ponselnya ketika sedang aktif.

BERBICARA tentang bagaimana menentukan posisi dari sebuah ponsel yang sedang aktif, secara umum terdapat tiga tingkat metode yang digunakan saat ini yaitu :

1. Metode Basic Positioning yang berbasis pada Cell Identification (Cell ID).

2. Metode Enhanced Positioning yang umumnya menggunakan pendekatan Observe Time Difference atau OTD. Dalam jaringan GSM yang sering digunakan adalah Enhanced-OTD (E-OTD).

3. Metode Advanced Positioning yang umumnya menggunakan teknologi Assisted-Global Positioning System (A-GPS)

Penentuan tingkat penentuan posisi tersebut didasarkan pada tingkat akurasi yang dapat dihasilkan dari metode-metode tersebut.

Basic Positioning

Metode Cell ID merupakan metode paling sederhana dalam menentukan keberadaan lokasi dari handset anda. Penentuan posisinya didasarkan pada kenyataan bahwa daerah geografis yang tercakup oleh sebuah cell berhubungan dengan daerah cakupan dari sinyal radio. Ketika sebuah handset terhubung secara aktif dengan sebuah base station, berarti handset tersebut diasumsikan berada dalam daerah yang mampu dicakup oleh base station tersebut atau berada dalam sebuah cell dari base station tersebut.

Lihat gambar daerah cakupan jaringan seluler.

Dengan karakteristik yang demikian, maka untuk menentukan posisi sebuah handset yang sedang aktif menggunakan Cell ID maka jika sebuah handset terdeteksi oleh base station tertentu, maka bisa dipastikan bahwa handset tersebut sedang berada di lokasi yang dapat dicakup oleh base station tersebut. Akan tetapi dimana arahnya?

Pertanyaan tersebut cukup untuk menunjukkan akurasi dari metode ini masih sangat perlu untuk ditingkatkan lagi dengan menambahkan beberapa metode lain. Bayangkan saja dengan kondisi jaringan yang berbentuk sel, maka ketika sebuah handset terdeteksi berada di sebuah cell tertentu, maka informasi yang dapat dikumpulkan pada saat itu sangatlah terbatas. Berapa jarak dan arahnya dari base station pun tidak dapat diketahui dengan pasti. Tentunya koordinat posisi dari handset tersebut pun tidak dapat anda ketahui.

Untuk meningkatkan efektivitas, sering kali digunakan beberapa buah antena untuk melayani sebuah “sector cell”. Dibandingkan dengan penggunaan antena omnidirectional, akurasi dari “sector cell” ini menjadi lebih tinggi. Dengan membatasi sudut pancar base station, maka apabila sebuah handset terdeteksi berada di sebuah “sector cell” tertentu, maka daerah pencarian yang mungkin tentunya menjadi lebih kecil.

Untuk lebih meningkatkan lagi akurasi hasil pencarian, metode Cell ID ini sering kali dikombinasikan dengan metode lain misalnya adalah timing advance (TA) dan network measurement reports (NMR). Dengan menggunakan metode TA ini, maka metode Cell ID akan ditambahkan sebuah fungsionalitas untuk menghitung Round Trip Time (RTT) yaitu waktu transmisi sebuah frame (dari base station ke handset) dan waktu penerimaan sebuah frame (dari handset ke base station). Dengan tambahan metode ini, maka jarak antara handset dengan base station dapat ditentukan dengan ketelitian sampai 50 meter. Daerah perkiraan posisi dari handset yang sedang aktif pun menjadi jauh lebih kecil. Dengan tambahan metode NMR misalnya dengan berdasar pada besar kecilnya sinyal (Received Signal Strength) yang diterima handset maupun yang ada di suatu “sector cell”, maka posisi handset dapat ditentukan lebih akurat.

Lihat gambar berbagai metode penentuan posisi menggunakan cell ID.

Enhanced Positioning

E-OTD merupakan metode yang sering disamakan dengan metode enhanced positioning. E-OTD adalah metode pencarian posisi yang berdasarkan pada waktu. Untuk menentukan posisi relatif sebuah handset aktif terhadap tiga buah base station, maka perlu ditentukan terlebih dahulu jarak handset terhadap masing-masing base station berdasarkan waktu yang ditempuh oleh sebuah sinyal ke handset oleh masing-masing base station.

Untuk selanjutnya dengan menggunakan rumus matematika untuk triangulasi, maka dapat ditentukan posisi dari hanset yang sedang aktif tersebut. Dengan menggunakan metode ini akurasinya akan meningkat hingga memiliki ketelitian sampai kurang dari 50 m.

Lihat gambar metode E-OTD.

Advanced Positioning

Metode ini merupakan metode penentuan posisi yang paling tinggi akurasinya dibandingkan kedua metode sebelumnya. A-GPS juga merupakan metode yang berbasis pada waktu. Pada metode ini, akan dilakukan pengukuran waktu tiba dari sebuah sinyal yang dikirimkan dari tiga buah satelit GPS. Hal ini berarti handset anda harus memiliki fasilitas untuk mengakses GPS. Tentunya metode ini hanya bisa diterapkan khusus pada handset dengan fasilitas GPA saja bukan ? Dan kenyataannya, handset semacam itu masih sangat langka saat ini.

Lihat gambar metode A-GPS.

Namun untungnya, dengan memanfaatkan metode ini akan berakibat beban jaringan seluler menjadi lebih ringan. Secara umum, informasi yang normalnya didekodekan oleh GPS receiver dari satelit-satelit tersebut dikirimkan ke handset melalui gelombang radio akan memberikan peningkatan terhadap waktu dan mengurangi penggunaan baterai karena handset tidak perlu harus mencari dan mendekodekan sinyal dari satelit.

A-GPS juga menghasilkan akurasi secara vertikal dan estimasi jarak yang baik. Akurasinya pun sampai kurang dari 10 m. Untuk urusan pengiriman sinyal data GPS, handset membutuhkan waktu sekitar 10 detik, akan tetapi sekali data berhasil diterima, maka data tersebut dapat berguna hingga 4 jam.

Apa pun metode yang digunakan oleh pihak kepolisian untuk menangkap para buronan maupun tersangka kriminal yang dicurigai beberapa waktu lalu, rasanya hal itu bukanlah menjadi hal yang terlalu penting buat kita. Nyatanya mereka berhasil mengaplikasikan teknologi ini dengan cukup baik. Namun, tentunya mungkin masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam metode pencarian yang digunakan selama ini. Dan memang dalam kasus ini, teknologi mungkin hanya memegang peranan sekitar 10 persen saja, sisanya barangkali adalah nasib baik saja.

Tentunya banyak hal yang bisa dipelajari dari teknologi ini. Dan diharapkan, teknologi ini tak hanya digunakan untuk keperluan penyidikan saja, tapi juga nantinya dapat membantu anda dalam kehidupan seharihari, misalnya membantu anda menuju ke suatu tempat yang anda inginkan, mesin ATM, rumah sakit terdekat, atau rumah saudara anda mungkin?

Antonius Aditya Hartanto Pengamat Teknologi, mahasiswa program pascasarjana ITB

Make a Comment

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: