Ponsel Linux dan Ponsel Cerdas

Posted on Disember 23, 2008. Filed under: edukation, teknology | Tags: , , , |

TIDAK banyak orang yang mungkin masih ingat bahwa pada masa baru dimulainya layanan GSM, Motorola Inc menjadi pelopor dan acuan telepon seluler (ponsel) yang futuristik ketika perusahaan ini mulai memperkenalkan ponsel lipat (biasa disebut juga dengan clamshell karena bisa menutup seperti kerang) yang disebut sebagai StarTac. Dan, tiba-tiba semua orang ingin memiliki Motorola StarTac karena selain mengesankan futuristik, sekaligus juga mengingatkan penggunanya pada film seri Star Trek yang menayangkan sebuah perangkat komunikasi dengan desain clamshell untuk berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa Enterprise.

PONSEL seri StarTac ini menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin dianggap sebagai techie atau sangat sadar teknologi komunikasi. Bahkan, di RRC yang disebut sebagai ponsel adalah yang memiliki rancang desain clamshell ini, dan perangkat komunikasi yang tidak memiliki desain ini dianggap bukan ponsel.

Bersamaan dengan perkembangan teknologi komunikasi informasi, ponsel StarTac pun akhirnya memudar tertelan kemajuan serta bermunculannya para pemain ponsel lain yang muncul dengan berbagai macam model. Motorola pun sebagai pembuat ponsel mulai kehilangan pengaruhnya di kalangan pengguna ponsel yang condong memilih Nokia sebagai pilihan utamanya.

Namun, tampaknya Motorola berupaya kembali untuk masuk ke dalam arus deras pertumbuhan ponsel yang jumlahnya setiap tahun meningkat di seluruh dunia. Ini bersamaan dengan munculnya beragam segmentasi pengguna serta layanan operator yang jumlahnya untuk setiap negara bisa lebih dari lima perusahaan. Dan, kembalinya Motorola setidaknya tampil dengan dua buah produk yang, menurut Kompas, di satu sisi menampilkan ciri awalnya dan di sisi lain menjadi kontroversial karena pencangkokan teknologinya.

Kedua model ponsel Motorola terbaru ini adalah MPx200 dan A760 yang keduanya memiliki desain clamshell dengan bagian yang bisa dilipat. Semakin terintegrasinya multimedia digital dalam teknologi telekomunikasi juga menjadi ciri penting kedua ponsel Motorola ini walaupun dilihat dari sistem operasi ponsel keduanya berbeda dan menjadikannya cukup kontroversial mengingat ditinggalnya sistem Symbian di mana Motorola juga menjadi salah satu pemegang sahamnya.

Motorola A760 (foto kiri) menggunakan sistem operasi Linux yang pertama di dunia dalam perkembangan ponsel GSM. Sedangkan MPx200 (foto kanan) menggunakan sistem operasi SmartPhone buatan Microsoft yang sekarang menjadi tren baru dalam perkembangan ponsel.

Ponsel Linux

Dari segi penggunaannya, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan bagi penggunaan A760 dengan sistem operasi Linux. Ponsel Linux ini memiliki seluruh kelengkapan kelengkapan komunikasi, termasuk hiburan, teknologi Java, serta kemampuan untuk melakukan koneksi VPN (Virtual Private Network) yang memungkinkan penggunanya mengakses komputer di kantornya.

Sebagai ponsel Linux, Motorola A760 merupakan perangkat kesatuan ponsel, PDA (Personal Digital Assistant), dan perangkat hiburan MP3 yang sempurna dan memiliki berbagai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ponsel lain yang ada di pasaran. Semua kemampuan ponsel modern tersedia pada A760, mulai dari mengirim SMS, e-mail, serta fungsi kinerja ponsel lainnya.

Dengan penggunaan layar sentuh dan menggunakan sebuah penunjuk stylus, A760 memang tidak memiliki saingan dalam kelasnya. Bahkan, ketika Kompas mencobanya dengan berbagai fungsi yang ada di dalamnya, seperti Bluetooth, pengenalan tulisan tangan, dan sejenisnya, ponsel Linux ini lebih baik dibandingkan dengan P800 (bahkan mungkin juga dengan P900) buatan Sony Ericsson.

Kamera digital yang melekat pada ponsel Linux ini pun memberikan kualitas gambar yang menarik, mudah dikelola, serta bisa tersinkronisasi ke komputer untuk memindahkan data-data di dalam ponsel. Kemampuannya untuk berbicara dengan pengeras suara hands- free memungkinkan pengguna ponsel Linux ini melakukan beberapa pekerjaan lain sambil berbicara serta melakukan konferensi ketika sedang bergerak.

Dengan rata-rata daya tahan baterai dua hari (tampaknya waktu maksimum dalam era ponsel berwarna sekarang ini) menjadikan A760 sebagai ponsel Linux cerdas yang pertama yang ada di pasaran. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan Ipaq buatan Hewlett Packard dan berbagai perangkat digital lainnya, baik melalui fasilitas Bluetooth maupun sambungan USB (Universal Serial Bus), bisa memberikan nuansa fesyen yang berbeda bagi para pengguna Motorola A760.

Ponsel cerdas

Kembalinya Motorola ke pasaran ponsel GSM dunia pun menjadi semakin kokoh dengan ponsel seri lainnya, MPx2000, yang memiliki resolusi layar 176 x 220 dengan skema warna sampai 65.000. Kontroversi ponsel Motorola selain ponsel Linux adalah ponsel MPx200 yang menggunakan sistem operasi SmartPhone buatan Microsoft dan menjadikan ponsel ini yang pertama di luar SPV (Sound Picture Video) yang dikembangkan operator GSM di Inggris dengan merek Orange SPV.

Kehadiran MPx200 dengan MS SmartPhone ini menjadikan persaingan ponsel dengan sistem operasi ini menjadi semakin marak, apalagi ponsel dengan semboyan “HelloMoto” ini mempunyai bentuk faktor yang sama sekali berbeda dengan desain clamshell serta bentuknya yang kecil, sebuah varian penting dalam pemilihan ponsel sekarang ini.

Ada beberapa fitur menarik pada MPx200, seperti tampilan layar kedua monochrome pada penutup clamshell yang mudah dibaca dalam keadaan gelap ketika ada dering telepon masuk, serta gaya tampilan yang bisa dipilih sendiri berupa jam analog atau digital. Pertimbangan penggunaan layar LCD sendiri menjadi penting karena jelas menghemat daya tahan baterai dalam penggunaannya.

Karena kategorinya termasuk SmartPhone, memang menjadikan MPx200 ini sebagai ponsel cerdas dengan menu operasi yang dikendali, seperti pada penggunaan komputer. Ketika penutup dibuka, muncul logo Windows dengan berbagai ikon yang mudah dikenal karena sering kita lihat pada komputer yang kita gunakan.

Motorola MPx200 menggunakan sebuah rongga SDIO (Secure Digital Input Output) sehingga memungkinkan penyimpanan data dan aplikasi yang lebih besar menggunakan sebuah SD Card atau penambahan kamera digital menggunakan sebuah SDIO Cam Card. Dengan demikian, sebagai sebuah ponsel multimedia, MPx200 mampu menghasilkan foto dan suara yang baik dan menarik digunakan.

Suara yang dikeluarkan MPx200 pun terasa jelas walaupun diletakkan di dalam saku celana karena pada bagian pengeras suara ponsel ini ada kisi berbentuk bintik kecil-kecil yang mengeluarkan kualitas nada dering yang nyaring dan jernih. Hanya saja, nada getar yang juga bisa disetel bersamaan dengan nada dering terkesan masih lemah sehingga sering kali kita tidak bisa membedakan apakah ada getaran atau tidak.

Walaupun tidak memiliki kamera digital yang terintegrasi seperti pada ponsel Linux Motorola A760 (harus menggunakan SDIO Cam Card), sistem operasi MS SmartPhone memberikan keleluasaan untuk menatanya melalui aplikasi yang disediakan untuk keperluan ini. Selain itu, melalui aplikasi Windows Media Player, kita pun bisa menyaksikan video walaupun bukan dalam format MPEG dengan sistem kompresi yang lebih padat.

Ponsel Linux dan ponsel cerdas pada seri A760 dan MPx200 ini menandakan kembalinya Motorola ke dalam arus deras pertumbuhan ponsel GSM. Hanya saja, yang membedakan kedua ponsel ini dengan ponsel lainnya, selain desainnya kembali ke masa dominasi StarTac, kita sekarang punya pilihan sistem operasi yang berbeda dengan umumnya ponsel di pasaran. Dan, memiliki pilihan pengendalian adalah sesuatu yang selalu menyenangkan. (rlp)

Make a Comment

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: